Juara Perdana! Indonesia vs Thailand, Penalti 4-2

Oleh Tim editorial FutbolHorarios · Diterbitkan pada · Diperbarui pada · 7 menit baca

Final Piala ASEAN FIFA 2026 adalah pertandingan yang akan dikenang lama oleh sepak bola Indonesia. Pada Senin, 5 Oktober 2026, Indonesia mengalahkan Thailand 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kick-off pertandingan ini adalah pukul 20.00 WIB. Kemenangan ini menjadikan Indonesia juara edisi perdana Piala ASEAN FIFA, turnamen baru yang disahkan FIFA.

Penting untuk menegaskan identitas pertandingan ini sejak awal: ini adalah final Piala ASEAN FIFA 2026, bukan pertandingan Piala AFF 2026. Indonesia dan Thailand tidak bertemu di Piala AFF 2026, karena Indonesia gugur di fase grup turnamen tersebut, sedangkan Thailand melaju hingga final dan kalah dari Vietnam. Final di Jakarta ini adalah pertemuan puncak dari turnamen FIFA yang digelar pada 24 September–5 Oktober 2026, dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

Tribune VIP Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

Jalan menuju final

Indonesia mencapai final sebagai juara Grup A. Garuda menang 2-0 atas Singapura, bermain imbang 0-0 dengan Malaysia, dan menang 9-2 atas Bangladesh. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin dengan selisih gol plus sembilan, tetapi Indonesia finis pertama karena mencetak sebelas gol, berbanding sembilan gol Malaysia. Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol, sebagian besar dicetak dalam kemenangan atas Bangladesh.

Thailand mencapai final sebagai juara Grup B. Thailand menang 4-0 atas Pakistan dan 2-0 atas Vietnam, tetapi kalah 1-2 dari Filipina pada laga terakhir grup. Thailand dan Vietnam sama-sama mengumpulkan enam poin, tetapi Thailand finis pertama berkat kemenangan head-to-head atas Vietnam. Thailand dilatih Anthony Hudson, sedangkan Indonesia dilatih John Herdman. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto hadir menyaksikan final di Jakarta.

Kedua tim datang ke final dengan cerita yang berbeda. Indonesia bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter, sedangkan Thailand datang sebagai tim yang sudah terbiasa memenangi turnamen Asia Tenggara, termasuk mencapai final Piala AFF 2026 dua bulan sebelumnya. Final ini menjadi pertemuan yang mempertemukan tekanan tuan rumah dengan pengalaman juara bertahan kawasan.

Babak pertama tanpa gol dan kartu merah Thailand

Babak pertama final berakhir tanpa gol. Indonesia menguasai bola lebih banyak, sedangkan Thailand mengancam lewat serangan balik. Peluang terbaik Indonesia pada babak pertama datang dari Mitchell Baker, yang pada menit ke-69 melepaskan tembakan dari posisi menjanjikan tetapi melebar dari gawang Thailand. Kiper Thailand Saranon Anuin juga tampil sigap dalam beberapa situasi, sehingga skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Momen yang mengubah pertandingan terjadi pada menit ke-81. Bek Thailand Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Ole Romeny, sehingga Thailand harus bermain dengan sepuluh pemain. Kartu merah ini menjadi titik balik karena Indonesia langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tiga menit kemudian, pada menit ke-84, tendangan bebas Dean James membentur pemain pengganti Thailand Iklas Sanron dan masuk ke gawang Thailand, sehingga Indonesia memimpin 1-0.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit. Pada menit ke-87, Iklas Sanron menebus gol bunuh dirinya dengan menyambut umpan silang Seksan Ratree lewat tendangan voli di tiang jauh, sehingga skor menjadi 1-1. Gol balasan dari pemain yang sama, dalam pertandingan yang sama, menjadi salah satu kisah paling dramatis dalam final ini. Skor 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal, sehingga pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Perpanjangan waktu: dua gol di menit akhir

Perpanjangan waktu menghadirkan drama yang tidak kalah besar. Thailand, meski bermain dengan sepuluh pemain, justru memimpin pada menit ke-111. Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott, lalu mengirim umpan kepada pemain pengganti Peeradol Chamrasamee, yang menaklukkan kiper Indonesia Emil Audero dan membawa Thailand unggul 2-1. Pada titik itu, Thailand tampak berada di ambang gelar juara edisi perdana.

Indonesia menolak menyerah. Empat menit sebelum akhir perpanjangan waktu, pada menit ke-116, umpan silang Rizky Ridho jatuh kepada Elkan Baggott, yang melepaskan tembakan membentur mistar gawang sebelum masuk ke gawang Thailand. Gol itu menyamakan skor menjadi 2-2 dan menebus kesalahan Baggott pada gol Thailand sebelumnya. Skor 2-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu, sehingga juara harus ditentukan lewat adu penalti.

Kronologi gol final ini layak diringkas agar mudah diikuti: Dean James menit ke-84 untuk Indonesia, Iklas Sanron menit ke-87 untuk Thailand, Peeradol Chamrasamee menit ke-111 untuk Thailand, dan Elkan Baggott menit ke-116 untuk Indonesia. Keempat gol itu tercipta dalam 32 menit terakhir pertandingan, termasuk perpanjangan waktu, setelah 83 menit pertama tanpa gol.

Adu penalti 4-2 untuk Indonesia

Dalam adu penalti, Indonesia mencetak seluruh empat tendangan pertamanya. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama masing-masing mengeksekusi dengan sukses. Thailand hanya mencetak dua gol dari empat penendang: Manuel Bihr dan Waris Choolthong. Kapten Thailand Sarach Yooyen membentur mistar gawang pada tendangan ketiga Thailand, sedangkan tendangan keempat Thailand yang dieksekusi Nattapong Sayriya diselamatkan Emil Audero. Penyelamatan itu mengunci kemenangan adu penalti 4-2 untuk Indonesia.

Wasit pertandingan ini adalah Akhrol Riskullaev dari Uzbekistan. Setelah tendangan terakhir, Indonesia resmi menjadi juara pertama Piala ASEAN FIFA. Gelar ini juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk gelar senior, setelah terakhir kali Indonesia menjuarai sebuah turnamen senior pada SEA Games 1991 di Manila, yang juga diraih lewat kemenangan adu penalti atas Thailand. Kesejajaran sejarah itu membuat kemenangan di Jakarta terasa semakin istimewa bagi suporter Garuda.

Bagi Thailand, kekalahan ini terasa pahit karena mereka dua kali memimpin pada menit-menit akhir dan bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-81. Namun Thailand tetap finis sebagai runner-up turnamen, setelah sebelumnya juga menjadi runner-up Piala AFF 2026. Bagi Indonesia, gelar ini bukan sekadar trofi: kemenangan atas Thailand di final kandang, di hadapan presiden FIFA dan presiden Indonesia, menjadi penanda bahwa Garuda mampu memenangi turnamen besar di level kawasan.

Foto tim nasional sepak bola Indonesia

Apa arti gelar ini bagi Indonesia

Gelar Piala ASEAN FIFA 2026 memberi Indonesia tiga hal sekaligus. Pertama, trofi kawasan pertama dalam waktu yang sangat lama, diraih di kandang sendiri dan di depan suporter sendiri. Kedua, bukti bahwa Indonesia bisa memenangi pertandingan besar di bawah tekanan, termasuk bangkit dua kali dari ketertinggalan pada menit-menit akhir final. Ketiga, momentum peringkat FIFA: pada pembaruan peringkat FIFA 7 Oktober 2026, Indonesia naik dua peringkat ke posisi 116 dunia dengan 1.166,50 poin setelah memenangi turnamen ini.

Gelar ini juga tidak boleh dicampur dengan Piala AFF 2026. Di Piala AFF, Vietnam yang menjadi juara dan Indonesia yang gugur di grup. Di Piala ASEAN FIFA, Indonesia yang menjadi juara dan Thailand yang menjadi runner-up. Dua turnamen, dua juara, dua cerita. Untuk memahami konteks yang lebih luas, pembaca dapat membuka hasil dan klasemen Piala Dunia 2026 untuk turnamen dunia yang berbeda, jadwal pertandingan untuk laga-laga berikutnya, dan peringkat FIFA Jepang 2026 sebagai pembanding cara kerja peringkat FIFA.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa skor final Piala ASEAN FIFA 2026 antara Indonesia dan Thailand?

Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu pada 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Siapa pencetak gol pada final Indonesia vs Thailand?

Dean James menit ke-84 dan Elkan Baggott menit ke-116 untuk Indonesia; Iklas Sanron menit ke-87 dan Peeradol Chamrasamee menit ke-111 untuk Thailand.

Siapa yang mencetak gol dalam adu penalti final?

Untuk Indonesia: Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama. Untuk Thailand: Manuel Bihr dan Waris Choolthong. Tendangan Sarach Yooyen membentur mistar, sedangkan tendangan Nattapong Sayriya diselamatkan Emil Audero.

Apakah final ini bagian dari Piala AFF 2026?

Bukan. Ini adalah final Piala ASEAN FIFA 2026, turnamen baru yang disahkan FIFA. Indonesia dan Thailand tidak bertemu di Piala AFF 2026, yang dimenangi Vietnam.

Kapan kick-off final Piala ASEAN FIFA 2026?

Pukul 20.00 WIB pada 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sumber

  • Wikipedia, "2026 FIFA ASEAN Cup final" — en.wikipedia.org
  • Free Malaysia Today, "Indonesia beat Thailand on penalties to lift inaugural Fifa Asean cup" (6 Oktober 2026) — www.freemalaysiatoday.com
  • AsiaToday, "Indonesia Beat Thailand 4-2 on Penalties to Win Inaugural FIFA ASEAN Cup" — asiatoday.id
  • Channel News Asia, "Indonesia win inaugural ASEAN Cup after beating Thailand on penalties" — www.channelnewsasia.com
  • ← Kembali ke beranda